Cart

Memasak 料理する

Back to our daily routine, Mina. Let’s check out our newest list vocabulary. Today’s theme is about COOKING.

🇯🇵 混ぜる MAZERU
🇬🇧 To stir, to mix, to blend
🇮🇩 Mencampur, mengaduk


🇯🇵 炒める ITAMERU
🇬🇧 To stir-fry
🇮🇩 Menumis, memasak dengan sedikit
minyak


🇯🇵 茹でる YUDERU
🇬🇧 To boil (Something in hot water)
🇮🇩 Merebus


🇯🇵 揚げる AGERU
🇬🇧 To (deep)-fry in oil
🇮🇩 Menggoreng dalam minyak panas sehingga gorengan terendam sempurna


🇯🇵 味見する AJIMISURU
🇬🇧 Tasting, sampling
🇮🇩 Mencicipi

🇯🇵 調味料 CHOUMIRYOU
🇬🇧 Seasoning, Flavoring
🇮🇩 Bumbu, penyedap


🇯🇵 塩 SHIO
🇬🇧 Salt
🇮🇩 Garam


🇯🇵 隠し味 KAKUSHIAJI
🇬🇧 Secret ingredients
🇮🇩 Resep, bumbu atau bahan rahasia


🇯🇵 焼く YAKU
🇬🇧 To grill, to bake, to roast, to heat up
🇮🇩
Memanggang, memanaskan


頑張って覚えましょう!

Washoku 和食 – SUSHI

Istilah ini sebenarnya adalah diciptakan pada periode Meiji (1868-1912), dan mulai digunakan saat awal modernisasi dan industrialisasi Jepang dari era feodal.

Pada 2013, UNESCO telah menetapkan Washoku dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity (Warisan Budaya Kemanusian Tak Benda).

Salah satu washoku yang sangat terkenal adalah Sushi.

Source : Google images

Mina-san sudah pernah makan sushi? Gimana doyan atau nggak?

Kalau dilihat dari tampilan, membuat sushi terlihat mudah, bukan? Tapi ternyata menjadi koki sushi itu tidak mudah. Seseorang harus belajar banyak teknik tertentu agar layak dipanggil Sushi Master. Untuk menjadi seorang Sushi Master terhormat dihormati dibutuhkan ketepatan, komitmen, dan lebih dari 10 tahun pengalaman dan bukan hanya mengiris salmon.

Berikut ini tahap-tahap yang harus dilewati oleh seorang Koki Sushi sebelumnya layak dipanggil Sushi Master.

  1. Cleaning up
    Para koki sushi mulai berlatih dari tahap yang paling dasar yaitu “Cleaning Up” atau bersih-bersih.
    Mulai membersihkan setiap sudut dapur, alat masak, alat makan dan lain-lain sebersih mungkin. Ini bagian dari pelatihan yang membuktikan pengabdian seorang koki untuk menjadi Master atau Itamae yang benar-benar baik.
  2. Rice making.
    Membuat nasi untuk sushi harus teliti agar ukuran nasi dan topping bisa seimbang. Menimbang setiap bahan satu per satu akan memakan waktu yang lama. Maka dari itu para koki berlatih setiap hari agar mendapat takaran nasi yang sesuai dengan otomatis saat pembuatan pertama. Sebenarnya, setiap koki memiliki resep rahasia sendiri, yang berarti bahwa kesempatan untuk membuat takaran nasi adalah kehormatan dan hak istimewa. Tetapi, selama proses latihan koki pemula tetap akan diawasi oleh Sushi Master, ya.
  3. Follow Master’s instruction.
    Setelah berlatih dengan nasi, calon Sushi Master biasanya akan diberi kepercayaan untuk menyusun pesanan ‘Take away’ atau pesanan yang akan dibawa pulang.
  4. Houchou Technique
    Setelah terbiasa dengan susunan sushi, para koki harus berlatih penggunaan pisau atau houchou untuk teknik memotong ikan segar yang akan digunakan untuk topping pada sushi kurang lebih 3-5 tahun. Houchou terbuat dari serat baja karbon kualitas tinggi (bahan yang sama yang digunakan dalam pembuatan katana atau pedang samurai).
  5. Becoming Itamae
    Itamae adalah panggilan bagi seorang Sushi Master. Setelah bertahun-tahun pelatihan, diikuti oleh bertahun-tahun sebagai asisten, koki sushi tersebut akhirnya ditunjuk sebagai itamae. Pelatihan seorang koki yang lebih intens bisa memakan waktu hingga 20 tahun, meskipun ini tidak berlaku bagi seluruh koki. Perjuangan 10 tahun konsentrasi penuh, dedikasi, pengabdian, dan penguasaan masakan yang sangat tepat inilah yang membuat seorang Sushi Master sangat dihormati.